Senin, 27 Oktober 2008
Eksekusi Teroris
Janji Pemerintah RI untuk segera mengeksekusi terpidana mati kasus "teroris" Bom Bali I kembali dilontarkan oleh Jaksa Agung RI. Kata beliau .... eksekusi akan dilaksanakan pada awal bulan April atau kurang lebih 1 minggu ke depan, semoga janji eksekusi kali ini bukan hanya sekedar janji tanpa bukti, alias omong kosong. Kami umat Islam - yang tercederai oleh ulah mereka yang mengatas namakan "memperjuangkan" Islam - sungguh mengutuk dan mencelah ulah mereka yang telah membuat kerusakan di muka bumi Alloh ini.
Sungguh mereka sangat pantas untuk segera dihukum mati, dalam hukum Islampun demikian "barang siapa yang telah membunuh dengan sengaja wajib dibunuh hukumnya", apalagi perbuatan mereka telah mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal dan ratusan lainnya menderita cacat fisik maupun psikis. Mereka lebih Thoghut dari pada thoghut, mereka merupakan bagian dari pasukan Dajjal Laknatullah Al Qaidah.
Sungguh, seluruh umat Islam (yang bukan termasuk bagian/simpatisan/pembela dari kaum Dajjal) sangat mendukung palaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I tersebut. Jangan sampai ditunda lagi !. Pemerintah tidak boleh kalah dengan teroris dan simpatisannya. Pemerintah harus berani dan tegas untuk menjalankan hukum terkait dengan kegiatan terorisme demi melindungi keselamatan, harkat dan martabat bangsa.
Memang kita semua - umat Islam - diperintahkan untuk berjihad fii sabilillah, namun begitu Alloh dan Rasul Nya telah menetapkan adab-adab yang harus diikuti dalam berjihad. Pada prinsipnya berjihad adalah mengajak seseorang atau sekelompok orang menuju pada kebaikan Islam dan mencegah seseorang atau sekelompok orang melakukan kemudlorotan pada dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Kita diperintahkan berjihad dengan lisan dalam artian kita diperintahkan untuk mengingatkan diri kita sendiri dan orang lain akan kebaikan hidup berdasarkan ajaran Islam yang Benar. Kalau kita tidak bisa berjihad dengan lisan kita diperintahkan berjihad dengan tangan, dalam artian kita diperintahkan untuk mengajak/menuntun diri kita dan orang lain menuju pada kebaikan Islam, bukan untuk memukul, menghancurkan atau bahkan membunuh orang yang hidup tidak dalam kebaikan Islam. Dan kalau kita tidak bisa berjihad dengan lisan yang benar, dengan tangan yang benar, kita disuruh berjihad dengan diam, artinya kita tidak boleh melarang atau mengikuti mereka, biar Alloh Yang Maha Kuasa yang menentukan hukumnya buat mereka. Sayyidinah Ali Ra. pun telah mencontohkan bagaimana adab berjihad, dikisahkan bahwa sayidinah Ali Ra pernah membatalkan membunuh musuhnya dalam suatu peperangan dikarenakan amarah sebab musuhnya itu sebelum dibunuh telah meludahi muka sayyidina Ali, beliau takut dimurkai Alloh kelak dikarenakan membunuh orang karena amarah kepadanya, bukan karena membela agama Alloh. Jelas, padahal itu dalam keadaan perang, ada musuh yang secara fisik untuk dihadapi. Sedangkan mereka "kaum Dajjal" telah melakukan kerusakan dan pembunuhan terhadap sesuatu atau seseorang atau sekelompok orang yang tidak dibenarkan menurut hukum Islam untuk dihancurkan atau dibunuh.
Kalau kita sempat membaca/mendengar berita di mass media, pembela dan keluarga kaum dajjal ini telah mengeluarkan statemen yang lucu dan menggelikan. Apakah mereka tidak sadar bahwa yang mereka bela atau anak/saudara mereka itu telah membuat kerusakan dan mencederai Islam ...? Seharusnya mereka sadar untuk tidak menggunakan inisial TPM(Tim Pembela Muslim) karena mereka tidak membela kepentingan kaum Muslim sama sekali, mereka lebih sering/selalu membela kepentingan orang-orang bermasalah yang telah mencederai Islam. Saya usulkan supaya mereka menggunakan inisial TPT (Tim Pembela Teroris) saja, apakah setuju kawan ....?. Mereka mengatakan bahwa Pemerintah telah menciptakan teror dan tidak adil terhadap keluarga mereka. Lelucon apa lagi ini ...? apakah mereka tidak sadar atau sudah lelong (lupa ingatan) bahwa anak/saudara merekalah yang telah menciptakan teror dan kerusakan di muka bumi Alloh ini ...?
Allaahuakbar ..... Bismillaahirrohmaanirrohimm ..... segera lakukan eksekusi terhadap mereka, supaya mereka segera menghadap Alloh agar segera mengetahui jawaban apakah yang selama ini mereka lakukan dan yakini itu dibenarkan oleh Alloh... atau sebaliknya.
Sungguh mereka sangat pantas untuk segera dihukum mati, dalam hukum Islampun demikian "barang siapa yang telah membunuh dengan sengaja wajib dibunuh hukumnya", apalagi perbuatan mereka telah mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal dan ratusan lainnya menderita cacat fisik maupun psikis. Mereka lebih Thoghut dari pada thoghut, mereka merupakan bagian dari pasukan Dajjal Laknatullah Al Qaidah.
Sungguh, seluruh umat Islam (yang bukan termasuk bagian/simpatisan/pembela dari kaum Dajjal) sangat mendukung palaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I tersebut. Jangan sampai ditunda lagi !. Pemerintah tidak boleh kalah dengan teroris dan simpatisannya. Pemerintah harus berani dan tegas untuk menjalankan hukum terkait dengan kegiatan terorisme demi melindungi keselamatan, harkat dan martabat bangsa.
Memang kita semua - umat Islam - diperintahkan untuk berjihad fii sabilillah, namun begitu Alloh dan Rasul Nya telah menetapkan adab-adab yang harus diikuti dalam berjihad. Pada prinsipnya berjihad adalah mengajak seseorang atau sekelompok orang menuju pada kebaikan Islam dan mencegah seseorang atau sekelompok orang melakukan kemudlorotan pada dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Kita diperintahkan berjihad dengan lisan dalam artian kita diperintahkan untuk mengingatkan diri kita sendiri dan orang lain akan kebaikan hidup berdasarkan ajaran Islam yang Benar. Kalau kita tidak bisa berjihad dengan lisan kita diperintahkan berjihad dengan tangan, dalam artian kita diperintahkan untuk mengajak/menuntun diri kita dan orang lain menuju pada kebaikan Islam, bukan untuk memukul, menghancurkan atau bahkan membunuh orang yang hidup tidak dalam kebaikan Islam. Dan kalau kita tidak bisa berjihad dengan lisan yang benar, dengan tangan yang benar, kita disuruh berjihad dengan diam, artinya kita tidak boleh melarang atau mengikuti mereka, biar Alloh Yang Maha Kuasa yang menentukan hukumnya buat mereka. Sayyidinah Ali Ra. pun telah mencontohkan bagaimana adab berjihad, dikisahkan bahwa sayidinah Ali Ra pernah membatalkan membunuh musuhnya dalam suatu peperangan dikarenakan amarah sebab musuhnya itu sebelum dibunuh telah meludahi muka sayyidina Ali, beliau takut dimurkai Alloh kelak dikarenakan membunuh orang karena amarah kepadanya, bukan karena membela agama Alloh. Jelas, padahal itu dalam keadaan perang, ada musuh yang secara fisik untuk dihadapi. Sedangkan mereka "kaum Dajjal" telah melakukan kerusakan dan pembunuhan terhadap sesuatu atau seseorang atau sekelompok orang yang tidak dibenarkan menurut hukum Islam untuk dihancurkan atau dibunuh.
Kalau kita sempat membaca/mendengar berita di mass media, pembela dan keluarga kaum dajjal ini telah mengeluarkan statemen yang lucu dan menggelikan. Apakah mereka tidak sadar bahwa yang mereka bela atau anak/saudara mereka itu telah membuat kerusakan dan mencederai Islam ...? Seharusnya mereka sadar untuk tidak menggunakan inisial TPM(Tim Pembela Muslim) karena mereka tidak membela kepentingan kaum Muslim sama sekali, mereka lebih sering/selalu membela kepentingan orang-orang bermasalah yang telah mencederai Islam. Saya usulkan supaya mereka menggunakan inisial TPT (Tim Pembela Teroris) saja, apakah setuju kawan ....?. Mereka mengatakan bahwa Pemerintah telah menciptakan teror dan tidak adil terhadap keluarga mereka. Lelucon apa lagi ini ...? apakah mereka tidak sadar atau sudah lelong (lupa ingatan) bahwa anak/saudara merekalah yang telah menciptakan teror dan kerusakan di muka bumi Alloh ini ...?
Allaahuakbar ..... Bismillaahirrohmaanirrohimm ..... segera lakukan eksekusi terhadap mereka, supaya mereka segera menghadap Alloh agar segera mengetahui jawaban apakah yang selama ini mereka lakukan dan yakini itu dibenarkan oleh Alloh... atau sebaliknya.
Langganan:
Postingan (Atom)
